Ramadan Dorong Lonjakan Pencairan Pinjaman dan Bisnis Pergadaian

Senin, 23 Februari 2026 | 12:05:42 WIB
Ramadan Dorong Lonjakan Pencairan Pinjaman dan Bisnis Pergadaian

JAKARTA - Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi berbagai sektor bisnis, termasuk industri pergadaian. Pada tahun 2026, lonjakan pencairan pinjaman terjadi secara signifikan baik di kalangan perusahaan pergadaian swasta maupun BUMN. 

Meski memiliki karakteristik yang berbeda, baik pegadaian swasta maupun perusahaan milik negara mencatatkan pertumbuhan yang mencolok, menunjukkan bagaimana Ramadan mendorong kebutuhan dana cepat untuk konsumsi dan kebutuhan mendesak lainnya.

Salah satu pemain utama di sektor pergadaian swasta, PT Gadai ValueMax Indonesia, melaporkan lonjakan pencairan pinjaman yang mencapai angka fantastis, yakni meningkat 770% dibandingkan periode Ramadan tahun 2025. Angka ini menggambarkan seberapa besar peningkatan permintaan pembiayaan jelang Idulfitri. 

Namun, meskipun pencairan pinjaman meningkat tajam, pelunasan juga mengalami lonjakan yang lebih tinggi, yakni 942% secara tahunan. Ini menandakan adanya perputaran uang yang cepat menjelang hari raya.

Pola Musiman Pencairan dan Pelunasan Pinjaman

Direktur Operasional PT Gadai ValueMax Indonesia, Suyatno, menyatakan bahwa fenomena lonjakan pencairan pinjaman dan pelunasan menjelang Lebaran merupakan pola musiman yang sudah terjadi setiap tahunnya.

 "Jelang Lebaran, pencairan pinjaman meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan dana untuk konsumsi. Namun, setelah menerima tunjangan hari raya (THR) atau tambahan pendapatan, banyak nasabah yang langsung melunasi pinjaman mereka," ungkapnya. 

Hal ini menjelaskan kenapa terdapat lonjakan yang sangat tajam pada pelunasan pinjaman di bulan Ramadan.

Suyatno menambahkan bahwa fenomena ini sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang memanfaatkan fasilitas pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sementara menjelang Idulfitri. Seringkali, setelah mendapatkan THR atau bonus, nasabah merasa mampu untuk melunasi pinjaman mereka dengan cepat. 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pencairan pinjaman meningkat, perputaran dana di industri pergadaian juga berjalan cepat, menciptakan siklus yang berulang setiap tahun.

Emas Tetap Jadi Pilihan Utama Sebagai Jaminan

Salah satu faktor yang mendukung lonjakan pembiayaan ini adalah penggunaan emas sebagai jaminan utama. PT Gadai ValueMax mencatatkan bahwa sekitar 95% barang yang digadaikan saat ini adalah emas. 

Suyatno menjelaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen utama bagi masyarakat untuk mendapatkan dana cepat, terutama untuk kebutuhan jangka pendek atau bridging loan. Emas memiliki sifat likuid yang memudahkan nasabah dalam menggadaikan barang mereka untuk memperoleh pinjaman.

Meskipun harga emas cenderung bergerak sideways, yaitu tidak terlalu mengalami lonjakan harga yang signifikan, hal ini tidak memengaruhi minat masyarakat untuk menggadaikan emas. Sebagian besar nasabah menggadaikan emas karena kebutuhan likuiditas yang mendesak, bukan untuk tujuan spekulasi harga emas. 

Namun, terdapat juga sebagian nasabah yang menunggu harga emas naik untuk melakukan penambahan pinjaman atau top-up. Ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi pasar tidak terlalu menguntungkan, emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan.

Strategi Pemasaran oleh Pemain Swasta dan BUMN

Berkaca pada tren tahunan, baik pemain pergadaian swasta maupun BUMN merancang strategi pemasaran untuk menangkap momentum Ramadan. PT Gadai ValueMax Indonesia, misalnya, menggelar berbagai program musiman, termasuk kegiatan sosial yang berfokus pada bulan Ramadan. 

Program-program tersebut bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan menarik lebih banyak nasabah yang membutuhkan pembiayaan menjelang Lebaran. Kegiatan sosial ini, selain memberikan dampak positif bagi masyarakat, juga meningkatkan citra perusahaan di mata nasabah.

Sementara itu, PT Pegadaian, sebagai pemain BUMN terbesar di industri ini, juga meluncurkan berbagai program menarik untuk merespons lonjakan permintaan menjelang Ramadan. 

Berdasarkan data per 17 Februari 2026, Pegadaian mencatatkan penyaluran pembiayaan yang tumbuh 13,28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Salah satu program unggulan Pegadaian adalah “Kado Sahabat” melalui sub program “Gempita Ramadan” pada Februari dan “Berkah Lebaran” sepanjang Maret 2026. 

Program-program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah menjelang hari raya dan membantu mereka mendapatkan dana tunai dengan mudah.

Dominasi Emas dan Pembiayaan Cepat Menjadi Tren Utama

Dalam analisis lebih lanjut, baik pemain swasta maupun BUMN menunjukkan pola yang serupa: permintaan pembiayaan untuk dana tunai meningkat menjelang Ramadan, dengan emas tetap menjadi jaminan utama. Namun, terdapat perbedaan dalam dinamika pelunasan antara kedua sektor. 

Pada perusahaan pergadaian swasta, pelunasan pinjaman bahkan melonjak lebih tinggi daripada pencairan pinjaman itu sendiri, menunjukkan adanya perputaran dana yang sangat cepat menjelang Lebaran. Di kota-kota besar, pelunasan sering kali lebih tinggi karena nasabah ingin membawa pulang perhiasan mereka saat mudik, kemudian menggadaikannya lagi setelah kembali ke kota untuk modal usaha.

Siklus tahunan yang melibatkan lonjakan pembiayaan, dominasi emas sebagai jaminan, dan peningkatan pelunasan menjelang Lebaran menjadi bukti bahwa Ramadan merupakan periode krusial bagi industri pergadaian. 

Bisnis pergadaian tidak hanya bertumpu pada peningkatan pencairan pinjaman, tetapi juga pada perputaran dana yang terjadi dengan cepat menjelang Lebaran. 

Dengan demikian, momen Ramadan kembali mempertegas posisi penting bulan suci ini dalam mendongkrak kinerja industri pergadaian.

Terkini